Menurut Dinar, yang membuat pod geter berbahaya adalah bentuknya yang menyerupai vape biasa. Jika tidak teliti, seseorang bisa saja menghisapnya tanpa mengetahui kandungan di dalamnya.
“Itu seperti pod biasa. Tapi kalau kita nggak teliti, main sedot aja, kita bisa ketipu,” kata Dinar.
Ia juga menegaskan bahwa pod geter tersebut bukan dijual secara resmi di klub malam, melainkan dibawa oleh individu dari luar.
“Ada yang bawa di klub, tapi bukan dijual di klub. Dibawa dari luar,” tambahnya.
Dinar mengatakan, efek dari pod geter tersebut dapat menyebabkan penggunanya mabuk atau kehilangan kendali, berdasarkan cerita yang ia dengar dari sesama DJ.
“Aku tahu efeknya dari DJ perempuan yang kerja bareng aku. Katanya bisa bikin mabuk,” ucapnya.
Pengakuan Dinar Candy menambah daftar panjang fenomena penyalahgunaan zat di dunia hiburan malam yang kini menjadi perhatian publik. Bentuknya yang semakin beragam dan tersamar membuat risiko semakin besar, terutama bagi orang-orang yang tidak memahami kandungan dan dampaknya bagi kesehatan.
Meski tidak menyebutkan secara rinci kandungan pod geter, Dinar menegaskan dirinya memilih untuk menolak dan menjauh dari tawaran-tawaran tersebut.
Pengalaman ini, menurut Dinar, menjadi pelajaran penting agar para pekerja hiburan dan pengunjung klub malam lebih waspada dan tidak sembarangan menerima atau mencoba sesuatu yang tidak jelas asal-usulnya.

Tinggalkan Balasan