Jakarta, ERANASIONAL.COMFenomena langit yang dikenal sebagai Pink Moon dipastikan akan kembali menghiasi langit pada awal April 2026 dan dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan perhitungan astronomi, fase purnama ini akan mencapai puncaknya pada Kamis, 2 April 2026 pukul 09.11 WIB. Meski terjadi pada pagi hari, masyarakat tetap bisa menikmati keindahan bulan hampir penuh sejak malam sebelumnya hingga malam hari setelahnya.

Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa langit yang dinantikan setiap tahun karena mudah diamati tanpa memerlukan peralatan khusus. Berbeda dengan fenomena astronomi lain seperti gerhana atau hujan meteor yang memerlukan kondisi tertentu, Pink Moon dapat disaksikan dengan mata telanjang selama langit cerah dan tidak tertutup awan tebal. Hal ini membuatnya menjadi momen yang inklusif bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan langit malam.

Istilah Pink Moon sendiri kerap menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Banyak yang mengira bahwa bulan akan berubah warna menjadi merah muda. Padahal secara ilmiah, bulan tidak mengalami perubahan warna menjadi pink. Dalam pengamatan visual, bulan tetap tampak seperti purnama pada umumnya, yaitu berwarna putih terang atau sedikit kekuningan. Penamaan tersebut sebenarnya berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang mengaitkan bulan purnama April dengan mekarnya bunga liar berwarna merah muda yang dikenal sebagai moss pink atau wild ground phlox.

Seiring waktu, istilah Pink Moon kemudian diadopsi secara luas dan menjadi bagian dari penamaan tradisional bulan purnama yang masih digunakan hingga kini. Selain Pink Moon, bulan purnama di bulan April juga memiliki beberapa sebutan lain seperti Sprouting Grass Moon, Egg Moon, dan Fish Moon. Nama-nama tersebut mencerminkan perubahan musim di belahan Bumi utara, seperti mulai tumbuhnya tanaman, musim bertelur, hingga meningkatnya aktivitas ikan di perairan.

Secara astronomis, fenomena ini merupakan bagian dari siklus fase bulan yang berlangsung sekitar 29,5 hari. Pada fase purnama, posisi bulan berada berlawanan arah dengan matahari jika dilihat dari bumi. Akibatnya, seluruh sisi bulan yang menghadap bumi menerima cahaya matahari secara penuh sehingga tampak bulat sempurna dan bersinar terang di langit malam. Fenomena ini merupakan salah satu fase yang paling mudah dikenali dalam siklus bulan.