Jakarta, ERANASIONAL.COMPenyanyi pop legendaris Britney Spears kembali melontarkan pernyataan yang mengejutkan publik. Setelah menjalani masa vakum panjang dari dunia pertunjukan, pelantun Toxic itu mengaku tidak akan pernah tampil lagi di Amerika Serikat, negara yang selama puluhan tahun menjadi pusat karier musiknya.

Pernyataan tersebut disampaikan Britney Spears melalui unggahan di akun Instagram pribadinya baru-baru ini. Dalam unggahan itu, Britney membagikan potret dirinya tengah duduk di sebuah piano besar berwarna putih, ditemani seorang pemain keyboard. Unggahan tersebut awalnya tampak seperti momen personal biasa, sebelum akhirnya disertai pernyataan yang memicu kehebohan.

Britney, yang kini berusia 44 tahun, mengungkapkan bahwa piano tersebut rencananya akan ia berikan kepada putra bungsunya, Jayden James Federline, yang kini berusia 19 tahun. Diketahui, Jayden mulai menunjukkan ketertarikan serius pada dunia musik dan kerap mendapat dukungan penuh dari sang ibu.

“Mengirim piano ini ke putraku tahun ini!” tulis Britney Spears dalam keterangan unggahannya.

Namun, di balik pesan hangat untuk sang putra, Britney kemudian menyampaikan pernyataan yang langsung menyita perhatian penggemar dan media. Ia secara tegas menyebut tidak memiliki keinginan untuk kembali tampil di panggung Amerika Serikat.

“Saya tidak akan pernah tampil di AS lagi karena alasan yang sangat sensitif,” lanjut Britney.

Meski demikian, Britney tidak merinci apa yang dimaksud dengan “alasan sensitif” tersebut. Ia juga tidak memberikan penjelasan tambahan apakah keputusan ini bersifat permanen atau masih bisa berubah di masa depan. Pernyataan singkat itu justru memicu spekulasi luas di kalangan penggemar dan pengamat industri musik.