Salah satu komentar datang dari akun @enyesdwiash_ yang menilai Enzy terlalu sering memotong pembicaraan. “Enzi sorry kamu lama lama annoying. Sok asik jatuhnya asik sendiri. Dunia ga berpusat sama kamu doang kali jadi jgn selalu pengen jd central attention,” tulisnya.

Sementara akun @edwardbingz menilai gaya Enzy kurang cocok dengan atmosfer Indonesian Idol. “Energi dan behave kamu kurang cocok untuk Idol. Bukan berarti jelek, cuma gak cocok aja. Karena terbiasa liat kamu bawain acara yg heboh, rame, dan cewawaan, terus sekarang bawain kompetisi yg cukup serius, jadinya ada kesan berisik,” tulisnya.

Meski begitu, tidak semua komentar bernada negatif. Ada pula warganet yang memberikan dukungan dan masukan dengan bijak. Akun @herdinavm menulis, “Buat yg bilang Enzy terlalu berisik, plis guys, ada orang yg lagi coba hal baru, dia minta saran bukan minta dikatain. Kasih masukan tuh yg membangun”.

Dukungan serupa juga datang dari akun @pranandadodi yang menilai Enzy hanya perlu menyesuaikan timing berbicara agar lebih presisi. “Fun boleh, tapi tensi kompetisinya tetap harus dijaga. Good luck, Enzy!” tulisnya.

Enzy sendiri tidak menutup diri terhadap kritik. Melalui akun Threads pribadinya, ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan baru ini sekaligus meminta masukan dari penonton. “Senang sekali dengan kesempatan baru ini. Semoga next week bisa lebih baik lagi membawakan acaranya. Enzet ga akan takut untuk coba hal baru, karena aku suka belajar,” tulisnya.

Ia juga secara terbuka meminta pendapat warganet: “Ada yang nonton Indonesia Idol tadi malam? Boleh ya kalo ada masukan teman teman ku akan baca satu persatu. Terima kasih.”

Sikap terbuka Enzy terhadap kritik menunjukkan profesionalisme dan keinginannya untuk terus belajar. Sebagai figur publik, ia menyadari bahwa setiap langkah di panggung besar akan selalu mendapat sorotan. Dengan menerima masukan, Enzy berusaha menyesuaikan diri agar bisa memberikan penampilan terbaik di ajang sebesar Indonesian Idol.

Fenomena ini juga mencerminkan bagaimana media sosial kini menjadi ruang diskusi publik yang sangat berpengaruh. Setiap penampilan artis atau figur publik langsung mendapat evaluasi dari penonton secara real-time. Hal ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang. Di satu sisi, kritik yang berlebihan bisa menekan mental seorang performer. Namun di sisi lain, masukan yang konstruktif bisa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penampilan.