Yang lebih mengkhawatirkan, Nabilla menyebut bahwa orang-orang terdekatnya turut menjadi sasaran intimidasi. Ia mengaku ada upaya untuk mencelakai teman-teman di sekelilingnya, bahkan menyebut adanya orang bayaran yang sengaja dikirim untuk menimbulkan masalah.

“Suruh orang bayaran celakakan teman-teman terdekatku, laporan dibungkam, siapapun pengacaraku dicelakai,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan yang dialami Nabilla tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga meluas ke lingkaran sosial terdekatnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan penganiayaan dan teror yang diungkapkan Nabilla Aprillya. Namun, unggahan tersebut telah memicu gelombang simpati dari publik yang berharap agar kasus ini dapat ditangani secara serius dan transparan.

Kasus yang menimpa Nabilla menjadi pengingat bahwa kekerasan dan intimidasi, baik fisik maupun psikologis, masih menjadi ancaman nyata, termasuk bagi figur publik. Banyak warganet mendorong agar pihak berwenang segera memberikan perlindungan hukum serta mengusut tuntas dugaan tindak kekerasan yang dialaminya.