Belakangan ini, Nabilla kembali menjadi pusat perhatian setelah mengunggah Instagram Story yang memperlihatkan kondisi fisiknya dalam keadaan tidak baik. Dalam unggahan tersebut, wajahnya tampak mengalami luka kemerahan di bagian dahi, memar gelap di bawah mata, serta bibir pecah hingga berdarah.

Tak hanya di wajah, Nabilla juga menunjukkan bekas luka di pergelangan tangan, yang semakin menguatkan dugaan adanya tindakan kekerasan fisik terhadap dirinya. Kondisi tersebut memicu keprihatinan luas dari pengikut dan rekan sesama selebritas dunia maya.

“Masih banyak bukti lain. Selama ini berkali-kali speak up semua diheningkan,” tulis Nabilla dalam salah satu unggahannya.

Dalam pengakuannya, Nabilla menyebut bahwa apa yang dialaminya bukanlah kejadian tunggal. Ia mengaku telah hidup dalam rasa takut selama cukup lama, bahkan menyebut adanya teror yang berulang dan sistematis.

Ia menuturkan bahwa ancaman yang dialaminya tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga intimidasi psikologis yang membuatnya merasa tidak aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Beberapa kali speak up, beberapa kali diancam mau dibunuh,” ungkap Nabilla.

Pernyataan tersebut sontak menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama karena ia menyiratkan bahwa upaya untuk mencari keadilan atau perlindungan sebelumnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Lebih lanjut, Nabilla juga mengungkap dugaan adanya tindakan sabotase terhadap kendaraan yang ia gunakan. Ia menyebut ban mobilnya pernah dibocorkan dan bahkan dirobek, yang berpotensi membahayakan keselamatannya di jalan raya.

Tak berhenti di situ, ia juga mengaku bahwa aliran listrik di rumahnya kerap dipadamkan secara sengaja, menambah tekanan psikologis dan rasa tidak aman yang terus menghantuinya.

“Dari ban dibocorkan, ban dirobek, rumah dipadamkan, dan ada orang yang disuruh untuk menjadi mata-mata,” tulisnya.