Kombinasi herbal tersebut menghasilkan warna hijau alami sekaligus dipercaya membantu mengatasi berbagai gangguan lambung, seperti maag, GERD, tukak lambung, perih, mual, kembung, hingga masuk angin.

“Formula dasarnya sudah sangat kuat. Pada edisi Ramadan ini saya tambahkan habbatussauda agar manfaatnya semakin optimal, terutama bagi penderita gangguan lambung beserta komplikasinya,” jelas Hizrah.

Pendamping Puasa bagi Penderita Maag
Menurut Hizrah, peluncuran edisi khusus Ramadan berangkat dari keresahan banyak masyarakat yang ragu berpuasa karena masalah lambung. Padahal, puasa justru dapat menjadi momentum terapi alami bagi sistem pencernaan.

“Ketika berpuasa, organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat. Produksi asam lambung tidak seintens hari biasa. Jika dibarengi dengan konsumsi madu hijau, proses pemulihan dinding lambung bisa berjalan lebih baik,” tuturnya.

Ia menyarankan konsumsi madu hijau sebanyak dua sendok makan sebelum sahur dan dua sendok makan setelah berbuka, baik diminum langsung maupun dicampur air hangat.

Selain untuk lambung, Madu Hijau Edisi Ramadan juga diklaim memberikan manfaat kesehatan yang lebih luas. Di antaranya membantu menjaga kesehatan pernapasan, menstabilkan kolesterol, asam urat, tekanan darah, mendukung kesehatan jantung, serta menjaga daya tahan tubuh selama menjalankan puasa.

Halaman selanjutnya…………………………