Meski terlibat dalam satu proyek film yang sama, Cinta Brian menegaskan bahwa keterlibatan William Roberts tidak ada kaitannya dengan relasi keluarga. Ia memastikan bahwa adiknya mendapatkan peran Aldo murni melalui proses audisi atau casting seperti aktor lainnya.

“William itu di-casting bareng yang lain. Jadi bukan karena aku ajak dia. Di film kayak gini enggak bisa ajak-ajakan, tetap dilihat mainnya seperti apa, baru dipilih,” tegas Cinta.

Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan adanya perlakuan khusus di balik layar. Menurut Cinta, profesionalisme tetap menjadi prioritas utama, apalagi film ini melibatkan kolaborasi lintas budaya dan standar produksi yang cukup ketat.

Menariknya, sikap “egois” Cinta Brian justru memberikan dampak positif bagi William Roberts. Sang adik mengaku terinspirasi melihat kegigihan kakaknya dalam berlatih dialog bahasa Korea, terutama saat Cinta kerap berkonsultasi dengan Kim Geba, yang juga terlibat dalam film sekaligus menjadi mentor bahasa.

William pun akhirnya ikut-ikutan belajar bahasa Korea secara iseng, sekadar mencoba memahami dialog dan pelafalan yang dipelajari Cinta setiap hari.

Kebersamaan di proyek ini pun menjadi pengalaman baru bagi keduanya, bukan hanya sebagai aktor, tetapi juga sebagai saudara yang saling menyemangati dalam proses kreatif.

Tolong Saya! (Dowajuseyo) mengusung konsep unik dengan memadukan mitos urban Indonesia dan Korea Selatan. Film ini berkisah tentang Tania (diperankan oleh Saskia Chadwick), seorang mahasiswi asal Indonesia yang melanjutkan studi di Korea Selatan.