FPI mempersoalkan sejumlah penggalan materi yang dibawakan Pandji dalam pertunjukan Mens Rea. Beberapa di antaranya menyinggung pilihan pemimpin berdasarkan ibadah salat, serta analogi salat dengan situasi di dalam pesawat.
Beberapa penggalan yang dikritik FPI antara lain:
Pernyataan yang menyebut memilih pemimpin berdasarkan ibadah dianggap sebagai alasan “aneh”
Kalimat yang mempertanyakan apakah orang yang rajin salat otomatis menjadi orang baik
Analogi pilot pesawat yang meminta penumpang “merapatkan saf” dan melakukan salat safar berjamaah saat turbulensi
Menurut FPI, materi tersebut memberi kesan bahwa salat tidak penting dalam menilai kebaikan seseorang, khususnya dalam konteks kepemimpinan.
Padahal, Ahmad menegaskan, dalam Islam kesalehan ibadah merupakan salah satu syarat penting kepemimpinan, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an, sunnah Nabi Muhammad SAW, dan ijma’ ulama, meskipun tetap harus disertai dengan kompetensi dan kemampuan lainnya.
Selain itu, FPI juga mengkritik penyampaian Pandji terkait salat sunnah safar. Ahmad menyebut, tidak ada tuntunan melaksanakan salat safar di atas pesawat akibat turbulensi, sebagaimana disampaikan dalam materi komedi tersebut.
“Salat safar dilakukan sebelum atau dalam perjalanan sesuai tuntunan, bukan karena turbulensi di pesawat. Ini keliru secara fikih,” jelasnya.
Ia menambahkan, FPI memiliki tim hukum internal yang akan menangani proses pelaporan secara resmi.

Tinggalkan Balasan