Spasmodic dysphonia merupakan gangguan saraf yang memengaruhi otot-otot pita suara, sehingga menyebabkan suara terdengar terputus-putus, tegang, atau sulit dikontrol. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan berbicara maupun bernyanyi, terutama bagi mereka yang bergantung pada suara sebagai alat utama dalam pekerjaannya.

Meski demikian, Nadin menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak membuatnya kehilangan kemampuan bernyanyi sepenuhnya.

“I can still sing,” tulisnya.

Dalam keterangannya, Nadin Amizah juga menjelaskan secara rinci sejumlah gejala yang ia alami akibat gangguan pita suara tersebut. Gejala itu antara lain nada yang mudah meleset atau fals, rasa pegal dan nyeri di leher meskipun baru bernyanyi sebentar, hingga rasa tidak nyaman saat berbicara terlalu lama.

“Baru menyanyi sebentar, leher sudah pegal dan sakit banget. Bahkan berbicara terlalu lama saja leher pegal dan sakit banget,” jelasnya.

Selain itu, Nadin juga mengungkapkan adanya penumpukan air liur di mulut yang sulit ditelan saat bernyanyi, serta penurunan rentang vokal dibandingkan sebelumnya.

“Vocal range menyempit atau turun dari rentang sebelumnya. Nada yang biasanya gampang dicapai jadi susah, bahkan hampir mustahil,” tulisnya lagi.