Jakarta, ERANASIONAL.COMAktor senior Surya Saputra mengungkap pengalaman tak menyenangkan setelah nomor ponselnya dicatut sebagai kontak jaminan pinjaman online (pinjol). Akibatnya, ia menerima teror dari debt collector yang menagih utang orang lain melalui dirinya.

Peristiwa tersebut bermula ketika Surya dihubungi oleh penagih utang yang memaksanya bertanggung jawab atas kewajiban seseorang yang sama sekali bukan keluarganya. Merasa tidak terlibat, Surya menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan apa pun dengan peminjam tersebut.

Surya menjelaskan, orang yang berutang itu hanyalah kenalan jauh yang baru satu kali ditemui. Saat itu, keduanya sempat bertukar nomor telepon tanpa kecurigaan apa pun. Namun belakangan, nomor Surya justru digunakan tanpa izin sebagai kontak darurat pinjol.

Menurut Surya, tindakan tersebut sangat merugikan dan mencerminkan penyalahgunaan data pribadi. Ia menilai pencantuman nomor tanpa persetujuan sebagai perbuatan tidak etis dan berpotensi melanggar hukum.

Sejumlah pakar perlindungan konsumen sebelumnya juga mengingatkan bahwa praktik mencatut kontak orang lain dalam pinjaman online merupakan pelanggaran privasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri menegaskan bahwa pinjol legal dilarang mengakses dan menggunakan data kontak di luar persetujuan pemilik nomor.

Kronologi Pencatutan Nomor

Insiden ini bermula dari perkenalan singkat Surya dengan seorang oknum yang bukan merupakan anggota keluarga maupun teman dekat. Setelah bertukar nomor telepon dalam sebuah pertemuan, Surya tidak menyangka bahwa keramahannya justru disalahgunakan.

Tanpa izin, nomor ponsel Surya dijadikan sebagai penjamin atau kontak darurat untuk aplikasi pinjol. Akibatnya, Surya harus menghadapi rentetan telepon dari debt collector yang melakukan penagihan dengan nada kasar.

“Saya sampai bilang, ‘Maaf, Anda salah orang. Saya bukan yang bersangkutan.’ Namun mereka terus memaksa karena nomor saya tertera di sana. Ini benar-benar kurang ajar karena dilakukan tanpa persetujuan,” ungkap Surya Saputra dalam wawancaranya (02/01/2026).

Kaitan dengan Aturan OJK

Secara hukum di Indonesia, sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pihak penyelenggara pinjol dilarang keras mengakses kontak ponsel selain Camera, Location, dan Microphone (Camilan). Penggunaan kontak darurat sebagai sasaran penagihan terhadap orang yang tidak memberikan persetujuan secara sadar adalah pelanggaran etika dan hukum perlindungan data pribadi.

Menariknya, pengalaman tersebut berkaitan dengan proyek film terbaru Surya Saputra berjudul Menang Untuk Kalah, garapan sutradara Hastobroto. Dalam film tersebut, Surya berperan sebagai Bima, seorang kepala keluarga yang kehidupannya runtuh akibat jeratan judi online dan pinjaman online.

Surya mengaku, kasus yang menimpanya serta pengamatannya terhadap orang-orang di sekitarnya yang terjerat pinjol dan judol menjadi bahan riset mendalam untuk mendalami karakter tersebut. Ia menyaksikan langsung bagaimana kecanduan judi online dan utang digital mengubah kehidupan seseorang secara drastis.

Melalui film ini, Surya berharap masyarakat bisa lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan solusi keuangan instan. Ia menegaskan bahwa pinjol ilegal dan judi online bukan jalan keluar, melainkan awal dari masalah yang lebih besar.

Profil Singkat Surya Saputra

Surya Saputra merupakan aktor dan penyanyi berkebangsaan Indonesia yang lahir di Jakarta, 5 Juli 1975. Ia adalah putra dari pasangan Eddy Suherman dan Linda Lolita Husein.

Kariernya dimulai di dunia musik sebagai anggota grup vokal Cool Colors, yang merilis album Tataplah pada 1995. Sementara di dunia akting, Surya telah tampil sejak usia muda dan mulai dikenal luas setelah membintangi film Arisan! sebagai karakter Nino.

Perannya dalam film tersebut mengantarkannya meraih Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2004. Dalam kehidupan pribadi, Surya Saputra diketahui telah menikah dua kali. Pernikahan pertamanya dengan Dewi Sandra berlangsung dari 2000 hingga 2005. Ia kemudian menikah dengan Cynthia Lamusu pada 2008 dan dikaruniai dua anak kembar yang lahir pada 21 November 2016.