Jakarta, ERANASIONAL.COM – Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung visi pemerintah menuju Indonesia Bersih 2045.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah penyelenggaraan International Waste Technology (Inter Wastech) 2025 Forum & Expo, yang dijadwalkan berlangsung pada 26–27 November 2025 di The Sultan Hotel & Residence Jakarta.
Ketua Panitia Inter Wastech 2025, Ade Sjam Tjachjadi, menegaskan bahwa permasalahan sampah di Tanah Air sudah masuk kategori darurat. Banyak pemerintah daerah (Pemda), katanya, masih kesulitan mengelola sampah secara ideal karena keterbatasan dana dan teknologi.
“Sebagian besar Pemda masih mengandalkan sistem open dumping di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), padahal metode itu sudah tidak layak dan berisiko tinggi terhadap lingkungan,” ujar Ade, dalam junpa pers di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Fenomena kebakaran di berbagai TPA saat musim kemarau menjadi bukti nyata lemahnya sistem pengelolaan sampah nasional.
Contohnya, TPA Regional Piyungan di Yogyakarta terpaksa ditutup karena kelebihan kapasitas yang membahayakan lingkungan.
Ade menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup (LH) kini tengah mengambil langkah tegas dengan mulai menutup sekitar 300 TPA open dumping di seluruh Indonesia.
Langkah itu sejalan dengan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang bahkan memberi dasar hukum untuk menindak kepala daerah yang lalai dalam penanganan sampah secara berkelanjutan.
Selain penegakan hukum, pemerintah juga mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 109 Tahun 2025 tentang pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.
“Teknologi adalah kunci utama. Dengan terbitnya Perpres 109/2025, pemerintah memberi landasan bagi investasi dan inovasi dalam pengolahan sampah yang bernilai ekonomi,” ujar Ade.
Dewan Pembina APSI, Benyamin Sudarmadi, menambahkan bahwa secara global terdapat empat metode utama dalam pengelolaan sampah perkotaan (Municipal Solid Waste): sanitary landfill, insinerasi, daur ulang, dan pengomposan.
Melalui Inter Wastech 2025, APSI ingin menghadirkan forum lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan investor untuk mempercepat penerapan teknologi pengelolaan sampah modern di Indonesia.
“Kami berharap ajang ini dapat melahirkan rekomendasi kebijakan strategis agar pemerintah berperan sebagai regulator, sementara sektor swasta menjadi operator sekaligus investor,” tutur Benyamin.
Acara dua hari ini akan dibuka oleh Menteri Koordinator Pangan Dr (HC) Zulkifli Hasan dan ditutup oleh Menteri Dalam Negeri Prof. Tito Karnavian.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga dijadwalkan hadir sebagai pembicara kunci, antara lain Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Investasi Rosan Rooslani Perkasa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri PPN Prof. Rahmat Pambudy, serta Kepala BRIN Laksana Tri Handoko.
Kehadiran para pejabat tinggi tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan krisis sampah dan memperkuat sinergi menuju target “Indonesia Bersih 2029” dan Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan