Tidak puas dengan putusan tersebut, proses hukum berlanjut ke tingkat banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Di tingkat ini, hukuman Nikita diperberat menjadi 6 tahun penjara. Majelis hakim menyatakan bahwa selain terbukti melakukan pemerasan, Nikita juga dinilai bersalah dalam tindak pidana pencucian uang.

Langkah hukum terakhir ditempuh melalui pengajuan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, pada Maret 2026, permohonan tersebut resmi ditolak. Dengan demikian, putusan 6 tahun penjara yang dijatuhkan di tingkat banding dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Sejumlah pengamat hukum menilai bahwa kasus ini menjadi salah satu contoh bagaimana dinamika hukum dapat berkembang secara signifikan di setiap tingkat peradilan. Perbedaan putusan antara pengadilan tingkat pertama dan banding menunjukkan adanya pertimbangan hukum yang lebih mendalam, terutama terkait unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan.

Di sisi lain, perhatian publik terhadap kondisi Nikita Mirzani juga mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap figur publik yang tengah menghadapi persoalan hukum. Setiap perkembangan, baik terkait proses hukum maupun kondisi pribadi, kerap menjadi sorotan luas di berbagai platform media.

Meski demikian, tim kuasa hukum berharap agar masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar dengan bijak dan tidak langsung menarik kesimpulan tanpa dasar yang jelas. Mereka menegaskan bahwa kondisi kesehatan Nikita saat ini berada dalam pengawasan, dan langkah-langkah medis terus diupayakan agar kondisinya segera pulih.

Dengan situasi hukum yang telah mencapai tahap akhir, fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan Nikita tetap stabil selama menjalani masa hukuman. Kuasa hukum juga memastikan bahwa hak-hak kliennya sebagai warga binaan tetap terpenuhi, termasuk akses terhadap layanan kesehatan yang layak.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa selain proses hukum, aspek kemanusiaan seperti kesehatan tetap menjadi hal penting yang harus diperhatikan, bahkan bagi seseorang yang tengah menjalani hukuman pidana.