Ia menambahkan bahwa orang-orang yang mengenalnya secara langsung tahu bahwa dirinya adalah pribadi yang ceplas-ceplos, sehingga tidak mudah percaya pada gosip yang beredar.
Dalam kesempatan itu, Iwa K juga mengakui bahwa dirinya memang mengenal Denada sejak lama. Keduanya pernah terlibat dalam proyek musik yang sama ketika Denada masih duduk di bangku SMA.
“Oh Denada memang masa SMA-nya Denada pertama kali manggung sama gue. Dulu tuh, zaman gue lagi latihan, dia masih pakai baju SMA datang, tes uji latihan, dan kami latihan. Nah ya sudah, lebih ke project-project manggung bareng saja sih,” kenangnya.
Namun, ia menegaskan bahwa hubungan mereka hanya sebatas profesional dan terkait proyek manggung bersama, bukan proyek musik jangka panjang. “Lebih ke manggung saja,” tambahnya.
Isu yang menyeret nama Iwa K ini menjadi salah satu contoh bagaimana gosip selebritas bisa dengan cepat menyebar dan menimbulkan spekulasi publik.
Dalam dunia hiburan, rumor seringkali muncul tanpa dasar yang jelas, dan bisa berdampak pada reputasi seseorang. Namun, sikap Iwa K yang tenang dan terbuka menunjukkan bahwa ia tidak ingin larut dalam kontroversi. Ia lebih memilih untuk fokus pada karier dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya.
Kasus seperti ini mencerminkan dinamika industri hiburan di Indonesia, di mana gosip seringkali menjadi bagian dari konsumsi publik. Meski demikian, penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama jika tidak ada bukti yang jelas.

Tinggalkan Balasan