Tak hanya pakaian, ia juga berusaha meniru keseluruhan tampilan agar terlihat meyakinkan. Dari pemilihan rok panjang, sepatu yang sederhana, hingga tas yang biasa digunakan nenek-nenek, semua diperhatikan dengan serius.
Rosé menjelaskan bahwa penyamaran itu dilakukan setiap kali ia berkunjung ke rumah sang mantan kekasih. Penampilan tersebut menjadi semacam “tameng” agar ia tidak mudah dikenali oleh tetangga atau orang-orang di sekitar.
“Aku pergi ke rumahnya dengan penampilan seperti itu karena kami nggak bisa ke mana-mana. Jadi ya aku harus jaga-jaga kalau ada yang melihat,” ujarnya.
Cerita ini menggambarkan betapa ketatnya ruang gerak seorang idol kelas dunia dalam menjalani kehidupan pribadi yang normal.
Karena terlalu sering menyamar, Rosé bahkan mengaku sempat menyediakan satu area khusus di rumahnya untuk menyimpan koleksi pakaian nenek-nenek tersebut. Ia menyebut dirinya cukup berlebihan saat itu karena terlalu serius menjaga penyamaran.
“Dulu di rumahku ada satu bagian khusus buat baju nenek,” kata Rosé sambil tertawa.
Ia menambahkan bahwa dirinya sempat “kalap” berbelanja, terutama rok panjang bermotif bunga yang menurutnya sangat efektif untuk menutupi penampilan.
“Aku pesan banyak banget rok panjang warna biru muda bermotif bunga. Buat nutupin semuanya,” ungkapnya.
Namun, setelah hubungan tersebut berakhir, koleksi pakaian itu pun tidak lagi disimpan. Area khusus tersebut kini sudah kosong dan tinggal menjadi kenangan unik dalam hidupnya.

Tinggalkan Balasan