Namun, warganet kemudian mengaitkan kisah itu dengan beberapa pernyataan Aurelie dalam wawancara televisi yang pernah tayang sebelumnya. Dalam salah satu program, Aurelie bercerita tentang pengalaman ditawari bermain sinetron dengan syarat khusus yang cukup ekstrem.

Kala itu, Aurelie diminta memotong rambut panjangnya menjadi sangat pendek demi peran tomboy yang akan ia mainkan. Permintaan tersebut ia penuhi, meski harus mengorbankan penampilan yang sudah menjadi ciri khasnya sejak lama.

“Aku pernah ditawarin masuk satu judul lagi. Tapi produsernya bilang, ‘kamu harus potong rambut pendek karena perannya tomboy naik motor’,” ungkap Aurelie dalam wawancara tersebut.

Ironisnya, setelah rambutnya terlanjur dipotong, Aurelie justru batal dilibatkan dalam sinetron tersebut. Ia mengaku mendapat informasi bahwa pemeran utama tidak ingin bermain bersamanya.

“Setelah aku potong rambut, peran utamanya bilang, ‘jangan pakai Aurelie’,” lanjutnya.

Peristiwa itu meninggalkan kekecewaan mendalam bagi Aurelie, bukan hanya secara profesional, tetapi juga emosional. Rambut panjang yang sudah ia rawat bertahun-tahun terpaksa hilang, sementara kesempatan kerja yang dijanjikan tak kunjung terwujud.

Cerita ini kemudian kembali dihubungkan oleh publik dengan wawancara lama Nikita Willy dalam kanal YouTube milik Jordi Onsu. Dalam perbincangan tersebut, Nikita sempat mengungkapkan prinsipnya dalam bekerja di lokasi syuting, khususnya soal sikap dan etika sesama pemain.

Nikita menyebut dirinya sangat menjunjung tinggi kru dan menganggap mereka sebagai keluarga. Namun, ia mengaku memiliki batas toleransi terhadap rekan pemain yang dinilai memiliki sikap tidak baik.

“Kalau kru, aku enggak pernah minta ganti. Tapi kalau ada pemain yang attitude-nya enggak baik, aku bisa bilang ke sutradara,” ujar Nikita saat itu.

Ia bahkan secara blak-blakan mengatakan bahwa dirinya tidak segan menyampaikan ketidaksukaan terhadap pemain tertentu apabila dianggap mengganggu suasana kerja.