
Sementara itu, Fadia menyatakan sangat senang dirinya bisa ikut terlibat. Adapun perannya yaitu ikut mendesain, menentukan tema koleksi, dan menjahit baju-baju untuk fashion show serta pameran.
“Senang banget, enggak nyangka aja bisa tembus go international. Ini rejeki yang mungkin tidak akan terulang kembali,” ucapnya dengan antusias.
Ada 10 busana Harukareh karya siswi SMK 4 Balikpapan tersebut yang ditampilkan, masing-masing lima untuk fashion show, dan lima lagi untuk pameran.
Mengenai jenis busana yang dibuat oleh Meidifa dan Fadia adalah outer, blus, dan gaun. Keikutsertaan siswi SMKN 4 Balikpapan ini tidak lepas dari kolaborasi dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV Bispar).
BBPPMPV Bispar merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Kepala BBPPMPV Bispar, Sabli, mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan IFC untuk mencari bibit-bibit unggul dari SMK Jurusan Tata Busana sejak 2022.
“Tahun ini kami memfasilitasi SMKN 4 Balikpapan untuk menunjukkan pesona busana khas Kalimantan,” kata Sabli.

Tinggalkan Balasan