Panji Petualang. (Foto: Ist)

Sebab saat ini dia memilih pasrah kepada Tuhan dalam menjalani hidup untuk melawan penyakit yang dideritanya.

“Banyak yang aku pikiran, jadi kalau sekarang ‘Udah ah bissmillah aja. Tawakal aja’. Toh masih banyak orang sakitnya lebih parah dari Panji,” ucapnya.

Lebih lanjut, Panji juga sering melawan rasa takutnya terhadap kematian.

Dia berusaha mengubah pola pikir ke arah yang lebih positif untuk mencegah datangnya kecemasan tersebut.

“Melawan sih. Kadang kita berpikir belum tentu kayak gitu, dilawan aja. Kayak misalnya gue harus minum obat ya setiap hari selama gue hidup, minum jamu atau apa. Lawan aja pikiran sendiri, orang pasti minum obat. Namanya juga minum obat kayak gitu, aku lawan,” tuturnya

“Misalkan kalau makan nasi diabet gue naik ni wah mati gue cepet. Jadi mikirnya makan nasi mati nggak makan nasi mati udah ah sama aja. Kayak ngerokok mati nggak ngerokok mati. Sa bodo amatan lah digituin soalnya kalau diskip oh iya makan nasi diabet gue naik nih ya jadi naik,” katanya.