
Eranasional.com – Beras adalah salah satu bahan makanan pokok yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Dan beras pun memiliki beragam macam jenis, salah satunya beras hitam. Jenis beras ini berasal dari spesies Oryza sativa L dengan beras ketan termasuk diantaranya.
Ditilik dari nutrisinya, beras hitam diyakini lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih banyak dibandingkan beras putih. Setiap 100-gram beras hitam mengandung 4,9 gram serat, 8,5 gram protein, dan 3,5 mg zat besi. Sementara, setiap 100-gram beras putih mengandung 0,6 gram serat, 6,8 gram protein, dan 1,2 gram zat besi.
Berikut adalah empat manfaat beras hitam bagi kesehatan:
1. Cegah diabetes
Dilansir oleh health.clevelandclinic.org, beras hitam mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar glukosa darah dengan baik sehingga terhindar dari diabetes. Hal ini karena peran antioksidan dan bahan kimia nabati (fitokimia) dalam beras hitam. Kedua senyawa ini mampu memperlambat laju tubuh menyerap gula dan menurunkan kadar gula dalam darah kita.
2. Sehatkan jantung
Beras hitam juga mengandung antioksidan yang telah terbukti ampuh membantu melindungi dari penyakit jantung. Dilansir dari healthline.com, kandungan flavonoid dalam beras hitam telah dikaitkan dengan penurunan risiko berkembang dan meninggal akibat penyakit jantung. Antosianin dan senyawa bergizi lainnya yang terkandung dalam beras hitam ini dipercaya bisa menjaga kadar glukosa, kolesterol, dan trigliserida darah yang sehat sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular
3. Kontrol berat badan
Beras hitam pun kaya akan serat makanan menjadikan beras hitam cocok dalam membantu proses penurunan berat badan. Teksturnya yang lebih padat tapi rendah kalori. menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama. Selain itu, beras ini mampu membantu untuk mengontrol asupan kalori sehingga bisa melindungi terhadap obesitas dalam jangka panjang.
4. Jaga kesehatan mata
Dua jenis karotenoid, lutein dan zeaxanthin, dalam beras hitam membantu meningkatkan kesehatan mata. Zeaxanthin dapat melindungi kesehatan mata dari degenerasi makula yang dapat menyebabkan kerabunan dan kebutaan. Dilansir juga dari realsimple.com, sebuah studi 2018 mencatat bahwa senyawa ini mampu membantu melindungi retina dengan menyaring gelombang cahaya biru yang dapat merusak mata. **

Tinggalkan Balasan