Dalam dunia profesional, Ayana Moon tidak hanya dikenal sebagai influencer, tetapi juga aktif sebagai model dan figur publik yang kerap terlibat dalam berbagai kampanye brand. Ia pernah menjadi wajah untuk sejumlah produk kecantikan, termasuk merek lokal Indonesia, yang menunjukkan bahwa popularitasnya tidak hanya terbatas di Korea Selatan. Sejak 2018, ia juga tampil dalam berbagai iklan produk, termasuk minuman, yang semakin memperluas jangkauan kariernya di industri hiburan.
Tidak hanya berhenti di dunia modeling dan media sosial, Ayana juga sempat mencoba peruntungan di bidang lain. Pada tahun 2019, ia terlibat dalam film Indonesia berjudul “99 Nama Cinta”, yang menjadi salah satu langkahnya dalam dunia akting. Selain itu, ia juga merilis buku berjudul “Ayana Journey to Islam” pada tahun 2020, yang berisi kisah perjalanan spiritualnya hingga akhirnya memutuskan menjadi mualaf. Buku tersebut mendapat perhatian luas karena mengangkat cerita yang personal, jujur, dan penuh refleksi.
Perjalanan Ayana menuju Islam bukanlah proses yang singkat. Ia mengaku sempat memiliki pandangan negatif terhadap Islam di masa lalu, terutama karena pengaruh isu Islamophobia yang marak di berbagai belahan dunia pada awal tahun 2000-an. Namun, rasa penasaran yang muncul dalam dirinya mendorong Ayana untuk mencari tahu lebih jauh. Ia mulai membaca berbagai literatur, mempelajari sejarah, serta memahami ajaran Islam secara lebih mendalam.
Seiring waktu, ketertarikannya semakin besar hingga akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam pada tahun 2012. Dalam proses tersebut, ia mendapatkan dukungan dari salah satu anggota keluarganya, yaitu sang paman yang lebih dulu menjadi Muslim. Meski demikian, keputusannya tidak sepenuhnya diterima dengan mudah. Ayana sempat menghadapi penolakan dari keluarganya, bahkan ibunya pernah menyatakan keberatan yang cukup keras terhadap pilihannya.

Tinggalkan Balasan