Menanggapi tudingan tersebut, Upie Guava membantah keras adanya praktik promosi semacam itu. Ia menyatakan bahwa tidak ada strategi instan yang dapat memanipulasi selera penonton dalam jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan sebuah film tetap bergantung pada penerimaan publik yang nyata dan tidak bisa direkayasa.
Ia juga menegaskan bahwa tim produksi lebih memilih fokus pada kualitas karya dibandingkan terlibat dalam perdebatan yang tidak produktif. Dalam pernyataannya di media sosial, ia bahkan menanggapi isu tersebut dengan nada tegas, menyiratkan bahwa perhatian publik justru menunjukkan bahwa film tersebut memiliki dampak yang cukup besar.
Di luar isu teknis dan promosi, kritik yang paling sering muncul dari penonton berkaitan dengan dialog dalam film. Banyak yang menilai bahwa percakapan antar karakter terasa kurang sesuai dengan latar waktu cerita yang berada di masa depan, tepatnya sekitar tahun 2090 di planet Mars. Penggunaan istilah-istilah yang populer di era sekarang dianggap mengurangi imersi dan konsistensi dunia yang dibangun dalam film.
Beberapa contoh dialog yang menjadi sorotan antara lain penggunaan istilah yang identik dengan tren media sosial masa kini. Hal ini membuat sebagian penonton merasa bahwa film tersebut belum sepenuhnya berhasil membangun atmosfer futuristik yang meyakinkan. Kritik ini menjadi cukup dominan karena dialog merupakan elemen penting dalam memperkuat narasi dan karakter.
Selain itu, ada pula penilaian bahwa alur cerita dan penulisan naskah belum cukup solid untuk mendukung konsep besar yang diusung. Beberapa pengamat film menilai bahwa ide yang diangkat sebenarnya memiliki potensi besar, namun belum dieksekusi secara maksimal dari sisi storytelling. Ketidakseimbangan antara visual yang ambisius dan kedalaman cerita menjadi salah satu catatan utama dari para kritikus.
Meski demikian, tidak sedikit pula yang memberikan apresiasi terhadap keberanian film ini dalam mengeksplorasi genre yang relatif jarang digarap di Indonesia. Upaya untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda dianggap sebagai langkah penting dalam mendorong inovasi di industri perfilman nasional.

Tinggalkan Balasan